Harianntb.my.id, Berangkat dari sebuah desa kecil bernama Pakuan di Lombok Barat, perjalanan Sofian Hadi kini membawanya ke panggung internasional. Pemuda asal Nusa Tenggara Barat tersebut dipercaya menjadi delegasi Indonesia dalam forum SERVE BRICS 2026: Volunteering for A Better Tomorrow, yang difasilitasi oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI), dan mempertemukan perwakilan dari 11 negara anggota BRICS.
Kegiatan yang digelar secara virtual pada 29 April 2026 ini menjadi ruang bagi pemuda lintas negara untuk bertukar gagasan terkait isu sosial dan pengembangan kesukarelawanan. Dalam forum tersebut, Sofian terlibat dalam sesi diskusi Roots & Routes (Volunteerism Across Cultures) yang membahas dinamika praktik volunteering di berbagai latar sosial dan budaya.
Diskusi ini mengangkat beragam bentuk kesukarelawanan, baik yang terorganisir melalui lembaga maupun yang tumbuh secara spontan di masyarakat. Selain itu, para peserta juga membahas motivasi pemuda dalam terlibat, mulai dari kepedulian sosial hingga dorongan untuk memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.
Pertukaran pengalaman menjadi bagian penting dalam forum ini. Para peserta berbagi praktik terbaik dari kegiatan volunteer yang telah mereka jalankan, sekaligus menunjukkan bagaimana nilai budaya memengaruhi cara masyarakat membangun gerakan sosial di masing-masing negara.
Dalam kesempatan tersebut, Sofian turut memperkenalkan berbagai program yang ia jalankan melalui organisasi Peduli Nusantara. Program-program tersebut berfokus pada bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial, seperti edukasi risiko pernikahan dini, pemberdayaan remaja, layanan cek kesehatan gratis, hingga kegiatan pelestarian lingkungan.
Sofian Hadi
Keikutsertaannya dalam forum ini bukan hanya tentang representasi, tetapi juga kesempatan untuk membawa perspektif lokal ke tingkat global. Ia menilai bahwa meskipun setiap negara memiliki pendekatan yang berbeda, tujuan yang ingin dicapai tetap sama, yaitu menciptakan dampak positif bagi masyarakat.
“Memang di setiap negara keadaan lingkungannya kan berbeda-beda jadi kita juga pendekatan yang berbeda dalam terjun langsung ke masyarakat, namun tujuan kita semua tentunya yama, yaitu memberikan dampak nyata di masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, ia berharap pengalaman dari forum ini dapat memperkuat peran pemuda dalam kegiatan sosial, sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas negara yang lebih luas dan berkelanjutan.
“Ini peluang bagus terlebih untuk generasi muda, karna melalui kegiatan seperti ini harapan nya kita bisa bersinergi dan berkolaborasi tinggal global nantinya,” pungkasnya.(HNTB03)






