(Foto Ilustrasi)
Harianntb.my.id, Sumbawa Barat | Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumbawa Barat diinformasikan telah mengklarifikasi soal Perekrutan Naker ‘gelap’ yang dilakukan oleh PT. MIA, sebuah perusahaan subkon di proyek Smelter.
Disnakertrans KSB bahkan menyatakan, tidak ada keterlibatan oknum dinas terkait dalam proses perekrutan itu.
“Narasi Disnakertrans KSB dalam klarifikasinya tidak pada substansi peristiwa yang terjadi sehingga terkesan memihak kepada perusahaan. Jika 92 Naker itu dikatakan gelap, lantas sisa dari 200 Naker itu di kemanakan? Apakah langsung di pekerjakan oleh pihak perusahaan terkait,” kata Suhardi, Aktifis Sumbawa Barat, heran.
Ia menduga ada permainan dan kongkalikong dalam proses perekrutan gelap ini, sehingga diperlukan keterlibatan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan investigasi secara mendalam.
“APH punya ruang untuk melakukan investigasi. Karena masalah ketenagakerjaan ini diatur dalam regulasi yang wajib ditaati, ” ungkapnya.
Menurutnya, kalaupun 92 Naker yang telah menjalani MCU itu diawal dikatakan gelap, kenapa kemudian diakomodir serta tidak diharuskan untuk melakukan proses seleksi secara bertahap sesuai aturan yang ditetapkan.
” Ini sama saja dengan mengikuti kehendak perusahaan yang jelas-jelas melanggar regulasi. Apapun itu, proses seleksi seyogyanya harus dilakukan secara bertahap,” imbuhnya.
Suhardi sedikit membocorkan, konon pada tanggal 4 Oktober lalu ada surat masuk dari PT MIA ke Disnaker KSB dalam kaitan meminta kebutuhan tenaga kerja sebanyak 80 orang. Namun permintaan ini tidak di publish hingga diduga tertindih dengan kebutuhan Naker lainnya yang jumlahnya jauh lebih banyak.
“Ini juga patut di pertanyakan, kenapa permintaan kebutuhan Naker ini tidak di Publish secara umum?. Padahal sangat penting artinya bagi warga masyarakat yang membutuhkan pekerjaan,” imbuhnya.
Seperti di ketahui, selain 92 Naker gelap tersebut, data real kebutuhan tenaga kerja perusahaan tersebut lebih dari 400 tenaga kerja. Posisi maupun bidang pekerjaan yang dibutuhkan beragam mulai dari posisi Welder 6G/Argon 30 orang, Welder 4G 20 orang, Tukang Batu-Bata/Cor 20 orang, Tukang Kayu 70 orang, Tukang Besi/Baja 70 orang, Helper 150 orang, Translator 20 orang, HSE/Safetyman 20 orang, Surveyor 15 orang, Mekanikal Alat Berat 2 orang, Fitter I 20 orang dan Teknisi/Hause Maintenance 3 orang.
“Ini kita minta untuk tidak di tutup tutupi lagi. Harus di publish secara terbuka karena jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan sangat besar, ” tukasnya.






