Harian NTB, Sumbawa Barat | Kembali PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) memberikan supporting anggaran senilai 1 Milyar pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB ke- XI yang akan di gelar pada 18 s/d 26 Februari 2023 mendatang.
Sekretaris KONI Sumbawa Barat Mars Anugerainsyah, S.Hut.,M.Si mengatakan bahwa dalam menyukseskan pesta olahraga tersebut, PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) sebagai perusahaan yang berinvestasi di tanah Pariri Lema Bariri berencana turut memberikan supporting anggaran ± Rp. 1 milyar.
“Jika digabungkan dua sumber anggaran itu, yakni dana hibah dari pemerintah KSB senilai Rp. 3,5 milyar, kemudian dari PT AMNT 1 M, maka total jumlahnya Rp. 4,5 milyar,” ungkap Mars Anugerainsyah kepada wartawan belum lama ini.
Kemudian, Ia menjelaskan bahwa Porprov tahun ini, kontingen Sumbawa Barat mengirim 615 orang yang semuanya tersebar di 29 Cabang Olahraga (cabor) termasuk official dan atlet.
Lebih jauh, Ia menambahkan terdapat 35 cabor yang di pertandingkan oleh panitia pelaksana. Sumbawa Barat tidak mengikuti enam mata cabor lantaran kepengurusannya belum ada. Sebut saja Triathlon, kurash, sepatu roda, petanque, muaythai, kempo dan drumband.
Lebih jauh, jelasnya, dia menyadari bahwa pembinaan atlet olahraga bergengsi tingkat provinsi dengan menggunakan dana tersebut memang cukup minim. Walaupun demikian, dirinya tetap berharap para atlet dapat memberikan prestasi yang membanggakan bagi daerah.
Disingung mengenai reward bagi atlet yang berprestasi, Sekretaris KONI itu menjawab, pihaknya akan membahas hal tersebut dalam waktu dekat secara internal.
“Menyangkut reward akan di bahas beberapa hari kedepan sebelum bertolak ke Mataram,” pungkasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Parpora), Drs. Burhanuddin menyebut sebanyak Rp. 3,5 milyar dana hibah diberikan kepada KONI KSB dalam ajang Porprov 2023 yang bersumber dari APBD tahun 2023.
“Betul. Ada anggaran yang disiapkan untuk membiayai Porprov senilai RP. 3.5 M,” ujarnya, Selasa (10/1/2023).
Ia menjelaskan, dana hibah itu tidak serta merta dicairkan begitu saja. Melainkan, pihak ketiga yang dalam hal ini KONI terlebih dahulu menyerahkan Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang tentunya disesuaikan dengan jumlah biaya yang ada.
“Dana hibah tersebut digunakan untuk membeli kebutuhan dan pembinaan serta kebutuhan Porprov lainnya,” kata dia singkat.(HNTB)






