Harian NTB, Sumbawa Barat | Aksi Massa puluhan orang di gate Benete mendesak lima petinggi PT AMNT untuk segera mundur karena dinilai tidak berpihak terhadap kepentingan lokal.
Massa aksi yang tergabung dalam Solidaritas Pemuda Pencari Kerja (Sopper) Kabupaten Sumbawa Barat juga meminta perusahaan agar segera membuka peluang bagi eks pekerja lokal yang berstatus black list untuk segera bekerja.
“Kami mengecam management PT AMNT yang selama ini tidak transparan dan gagal dalam mengakomodir kepentingan lokal,” kata Ketua Sopper KSB, Mukhlisin dalam orasinya, yang berlangsung di depan Gate Benete PT AMNT, Rabu (5/10/2022).

Dalam aksinya yang di mulai dari siang hingga sore tersebut, selain mendesak mundur para petinggi PT AMNT tersebut, Ia juga menuding petinggi AMNT diantaranya, Rakhmad Makasau, Alex Ramli, Susanto Liem dan Ahmad Salim dan Wudi Raharjo diduga bermain dan menghalang-halangi kepentingan lokal. Sehingga menguntungkan kelompok tertentu, dan merugikan kepentingan masyarakat, eks pekerja dan perusahaan lokal.
Selain itu, Ketua Sopper KSB ini, bahkan meminta agar seluruh kebijakan kontroversial soal pekerja yang berstatus alert list maupun blacklist dan perusahaan lokal untuk segera di hapus.
“Kami minta hapus kebijkan kontroversial soal pekerja black list. Jika tidak, maka management AMNT sama sekali tidak berpihak kepada kepentingan lokal Sumbawa Barat. Apabila tidak mampu untuk bekerja, maka mundur lah dari jabatan kalian,” tegasnya.(HNTB)





