Sumbawa Barat, Harianntb.my.id | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Pulau Kalong Desa Poto Tano kembali menghadirkan program pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Sertifikasi Halal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Desa Poto Tano pada Kamis, 6 Agustus 2026 ini merupakan salah satu program kerja unggulan mahasiswa KKNT dalam mendukung peningkatan kualitas dan daya saing produk UMKM di Desa Poto Tano.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Poto Tano, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), seluruh jajaran perangkat Desa Poto Tano, para pelaku UMKM, serta mahasiswa KKNT Pulau Kalong yang menjadi penyelenggara kegiatan.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Poto Tano menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKNT Pulau Kalong yang telah menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKNT Pulau Kalong yang telah menginisiasi kegiatan ini. Sertifikasi halal merupakan kebutuhan penting bagi pelaku usaha saat ini. Kami berharap melalui pendampingan ini semakin banyak produk UMKM Desa Poto Tano yang memperoleh sertifikat halal sehingga mampu meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas akses pasar. Semoga sinergi antara pemerintah desa, Universitas Cordova, dan masyarakat dapat terus terjalin dalam mendukung kemajuan Desa Poto Tano,” ungkapnya.
Pelatihan dan pendampingan dilaksanakan oleh Tim Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) Universitas Cordova yang seluruh anggotanya merupakan dosen Universitas Cordova dan memiliki kompetensi sebagai pendamping proses produk halal. Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber sekaligus pendamping, yaitu Jajang Haris Andi, S.E., M.Pd., Dewi Seprianingsih, S.Pd., M.Pd., Sofian Hadi, S.Pd., M.Ag., dan Novi Sri Wahyuni, S.Pd., M.Hum.
Dalam penyampaian materi, Jajang Haris Andi, S.E., M.Pd., yang akrab disapa Ustadz Jajang, menjelaskan bahwa sertifikasi halal bukan hanya menjadi kewajiban sesuai regulasi, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang bagi pelaku usaha.
“Sertifikasi halal memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa produk yang dikonsumsi telah memenuhi standar kehalalan. Di sisi lain, sertifikat halal menjadi nilai tambah yang dapat meningkatkan daya saing produk UMKM, memperluas akses pasar, dan memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk lokal,” jelasnya.
Selain penyampaian materi, Dewi Seprianingsih, Sofian Hadi, dan Novi Sri Wahyuni turut memberikan pendampingan teknis kepada peserta mengenai mekanisme pendaftaran, pemenuhan dokumen persyaratan, pengisian data, hingga tahapan pengajuan sertifikasi halal. Para pelaku UMKM juga memanfaatkan sesi diskusi untuk berkonsultasi secara langsung terkait kendala yang dihadapi dalam proses pengurusan sertifikat halal.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKNT Pulau Kalong Desa Poto Tano, Bapak Fiqri Rirahman, S.P., M.Si menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung program pemerintah terkait percepatan sertifikasi halal bagi UMKM. Melalui sinergi dengan LP3H Universitas Cordova, mahasiswa tidak hanya memfasilitasi pelatihan, tetapi juga akan terus mendampingi pelaku UMKM hingga proses pengajuan sertifikasi halal selesai.
Kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat, yang diwujudkan melalui kolaborasi antara Universitas Cordova, Pemerintah Desa Poto Tano, dan masyarakat. Diharapkan, program ini mampu meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam menghasilkan produk yang berkualitas, berdaya saing, dan memiliki jaminan kehalalan, sehingga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal serta pengembangan potensi usaha masyarakat Desa Poto Tano secara berkelanjutan. (HNTB.08)






