Beranda Daerah Tak Mau Ketinggalan, Bupati Ikut Semarakkan Jelajah Pariwisata Kerakyatan di Tiu Suntuk

Tak Mau Ketinggalan, Bupati Ikut Semarakkan Jelajah Pariwisata Kerakyatan di Tiu Suntuk

50
0

Sumbawa Barat, Harianntb.my.id | Tak mau ketinggalan dalam semarak pengembangan pariwisata kerakyatan, Bupati Sumbawa Barat turut ambil bagian dalam jelajah kawasan Bendungan Tiu Suntuk, Kecamatan Brang Ene, Sabtu (8/8/2026).

Tak sekadar hadir dalam agenda resmi, Bupati ikut berjalan bersama peserta menyusuri kawasan Bendungan Tiu Suntuk. Suasana berlangsung santai dan penuh keakraban, sembari menikmati panorama sekaligus melihat langsung potensi wisata yang dimiliki kawasan tersebut.

Keterlibatan langsung Bupati membuat kegiatan Sharing Pengelolaan Pariwisata Kerakyatan kali ini terasa berbeda. Orang nomor satu di Sumbawa Barat, tak hanya mengikuti agenda dari ruang forum, tetapi turut merasakan langsung aktivitas jelajah kawasan bersama peserta.

Kegiatan tersebut diikuti berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, PWI, BUMDes, pegiat pariwisata, pemerhati wisata hingga tokoh masyarakat.

Setelah jelajah kawasan Bendungan Tiu Suntuk, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Forum Group Discussion (FGD) dan sesi sharing mengenai pengelolaan pariwisata kerakyatan.

Tidak berhenti di kawasan wisata, rangkaian kegiatan juga berlanjut pada Minggu 9 Agustus 2026 melalui kunjungan ke sejumlah kelompok agribisnis dan peternakan masyarakat di Kecamatan Brang Ene.

Agenda tersebut dijadwalkan mengunjungi Kelompok Ternak HKM Batu Dulang dan Kelompok Ternak HKM Ontar Telu. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung potensi masyarakat yang dapat dikembangkan dan dikaitkan dengan penguatan ekonomi berbasis kerakyatan.

Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pembicaraan mengenai pariwisata kerakyatan tidak hanya berhenti pada persoalan destinasi. Potensi masyarakat, BUMDes, agribisnis, peternakan serta berbagai aktivitas ekonomi lokal juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari ekosistem pariwisata.

Melalui keterlibatan langsung di lapangan, kegiatan ini sekaligus membuka ruang interaksi antara pemerintah, masyarakat dan para pelaku pariwisata untuk melihat potensi yang ada secara lebih dekat.

Dari Bendungan Tiu Suntuk, semangat pariwisata kerakyatan pun tidak hanya dibicarakan di ruang forum, tetapi mulai dirasakan langsung melalui langkah bersama di lapangan. (HNTB.08)

Artikel sebelumyaMahasiswa KKNT Bersama LP3H Universitas Cordova Gelar Pelatihan dan Pendampingan Sertifikasi Halal bagi UMKM
Artikel berikutnyaAktivis KSB Desak PLTU Kertasari Bangun Dermaga Khusus Pasca-Insiden Tongkang Batu Bara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here