Beranda TNI Wujudkan SDM Berkarakter Melalui Gerakan Nasional Revolusi Mental

Wujudkan SDM Berkarakter Melalui Gerakan Nasional Revolusi Mental

309
0
Sumbawa Barat | Kasdim 1628/Sumbawa Barat Mayor Inf Dahlan menyebut gagasan revolusi mental pertama kali digagas oleh Presiden RI pertama Ir Soekarno pada peringatan Hari Kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 1956. Karena melihat saat itu revolusi nasional sedang mandek padahal revolusi kemerdekaan Indonesia seutuhnya belum tercapai.

Sementara revolusi di jaman perjuangan kemerdekaan adalah sebuah perjuangan fisik, perang melawan penjajah dengan sekutunya dan itu belum berakhir harus melakukan revolusi dalam arti yang berbeda bukan lagi mengangkat senjata namun Bagaimana membangun jiwa bangsa.

“Penting membangun sarana prasarana fisik seperti jalan, jembatan, irigasi,pelabuhan, bandara, terminal dan lainnya namun seperti apa yang disampaikan Bung Karno membangun suatu negara tak hanya sekedar pembangunan fisik namun yang tak kalah penting adalah membangun jiwa bangsa adalah modal utama keberlangsungan pembangunan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Kasdim pada Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental yang di selenggarakan Kesbangpol Kabupaten Sumbawa Barat dengan tema “Melalui Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) Kita Bangun KSB Baik Yang Berlandaskan Gotong Royong Menuju Indonesia Emas 2045”, Rabu (02/11/2022).

Disebutkan Kasdim, di saat sekarang, ide dasar tersebut digaungkan kembali gerakan revolusi mental oleh Presiden Joko Widodo. Jiwa bangsa yang terpenting adalah jiwa yang merdeka yang bebas untuk meraih kemajuan, jiwa merdeka yang positivisme, gerakan revolusi mental semakin relevan bagi bangsa Indonesia yang saat ini dengan menghadapi beberapa problem diantarnya merosot wibawa negara, merebak intoleransi, melemahnya sendi sendi perekonomian nasional.

Hal ini menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan sumber daya manusia Indonesia yang berkarakter, berintegritas, pekerja keras, semangat gotong royong.

“Semua komponen bangsa harus menjadi pelopor untuk menggerakkan revolusi mental secara bersinergi dalam segala lini kehidupan sesuai kapasitas masing masing dengan agar kita siap menghadapi tantangan tidak kehilangan identitas di dunia modern yang semakin kompleks,” kata Kasdim.

Ada beberapa program gerakan nasional revolusi mental itu pertama Gerakan Indonesia melayani, Gerakan Indonesia bersih, Gerakan Indonesia tertib, Gerakan Indonesia bersatu, Gerakan Indonesia Mandiri. Itu semua merupakan program-program nyata dari gerakan revolusi mental Indonesia, sehingga diharapkan tahun 2045 Indonesia ini menjadi Indonesia emas.

Revolusi mental mengubah cara pandang pola pikir dan cara kerja yang berorientasi pada kemajuan dan kemodernan sehingga Indonesia menjadi bangsa besar dan mampu berkompetisi dengan bangsa lain.

Di samping itu, membangkitkan kesadaran dan membangun sikap optimis dalam menata masa depan Indonesia sebagai negara dengan kekuatan besar untuk berprestasi tinggi produktif dan berpotensi menjadi bangsa maju dan modern dengan pondasi tiga pilar Trisakti.

“Kegiatan revolusi mental diharapkan dapat mewujudkan Indonesia yang berdaulat secara politik berdikari secara ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan yang kuat melalui pembentukan manusia baru yang unggul,” ungkap Kasdim.

Hadir dalam acara tersebut, Asisten 1 Drs Mulayadi, Kesbang Pol Provinsi Drs Muhammad Yusup, Kasdim 1628 Mayor Inf Dahlan S.Sos, Kepala Kesbang Pol Sumbawa Barat Bapak Suharno, Kabid Ideologi Kesbang Pol Hasanuddin, Perwakilan Peserta Sosialisasi dari setiap Desa Se Kab.Sumbawa Barat., Tokoh Masyarakat Tokoh Agama,Tokoh Pemuda,Tokoh Perempuan.(HNTB)

Artikel sebelumyaKodim 1628/Sumbawa Barat Ikuti Apel Gabungan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana
Artikel berikutnyaPolisi Sahabat Anak, Polsek Sekongkang Terima Kunjungan Anak TKN 1 Sekongkang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here