HARIANNTB.MY.ID, Sumbawa Barat | Sejumlah Warga Kabupaten Sumbawa Barat mengkritik kebijakan dari manajemen PT. Aman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang disinyalir kembali mendatangkan tenaga kerja asing (TKA) asal China. Puluhan TKA asal negeri Tirai Bambu itu diketahui datang bergerombol per tanggal 22 September 2024, di tengah sulitnya warga lokal masuk bekerja di perusahaan tambang emas dan tembaga tersebut.
“Kedatangan tenaga kerja asing ini tentu menyakiti perasaan warga yang kesusahan untuk bekerja di perusahaan itu maupun perusahaan mitra kerjanya,” kata Ardi Solihin, seorang warga Taliwang Sumbawa Barat.
Dugaan manajemen perusahaan mendatangkan karyawan asing tersebut diketahuinya di Gate PT AMNT. Ia yang saat itu hendak mencari informasi lowongan pekerjaan secara kebetulan memergoki kedatangan TKA ini hingga langsung menanyakan perihal dan maksud tujuan kedatangan mereka.
“Dari puluhan TKA ini hanya satu orang yang sedikit paham bahasa Indonesia. Ia mengaku akan masuk kedalam untuk bekerja,” Imbuh Ardi.
Ia selaku warga lokal yang juga berhak bekerja di perusahaan itu meminta kepada management PT. AMNT untuk transparan soal kedatangan puluhan tenaga kerja asing asal Cina itu. Terlebih kata dia, legalitas tenaga kerja asing itu patut dipertanyakan.
“Mereka legal apa tidak, kan patut di pertanyakan. Manajemen harus terbuka,” cetusnya.
Menanggapi kedatangan TKA asal negeri Cina ini, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumbawa Barat, Slamet Riyadi, mengaku tidak tahu menahu.
“Kami tidak tahu soal kedatangan TKA ini. Besok kami akan undang management perusahaan terkait ini, termasuk akan menanyakan tujuan dan legalitas dari TKA itu,” ungkap Slamet Riyadi singkat melalui pesan WA yang diterima media, Minggu, 22/9.






